Serigala Terakhir
Film
ini bercerita tentang lima orang anak manusia yang tumbuh secara bersama-sama
dan menjalin persahabatan yang sangat erat. Bahkan, mereka menganggap bahwa
mereka adalah saudara. Tidak seperti film lainnya yang menampilkan pemeran
utama dalam 'wilayah protagonis', film ini justru menampilkan sekelompok pemuda
yang senang berbuat onar. Mereka sering berkelahi, mengganggu, berbuat
keributan, dan lain-lain. Kelima pemuda ini bernama Ale, Jarot, Lukman, Sadat,
dan Jago. Bisa dibilang, dari kelimanya Ale dan Jarot adalah dua pemeran
utamanya.
Ale
digambarkan sebagai 'pemimpin' kelompok tersebut. Sedangkan Jarot digambarkan
sebagai orang yang lebih pendiam dan suka menolong. Sebut saja ketika kelima
gerombolan ini sedang iseng mengganggu Fatir (seorang pemuda bisu yang juga
tinggal di kampung itu). Jarot, tanpa sepengetahuan teman-temannya, pergi
mendatangi Fatir dan memberikan uang. Jarot juga selalu membela apabila Fatir
sedang diolok-olok oleh penduduk desa. Dari situlah, Fatir menaruh 'hormat'
kepada Jarot. Fatir, yang pada awalnya hanya seperti pemeran pembantu, nantinya
akan berperan besar dalam film ini.
Hari-hari
mereka lalui dengan kekerasan, berkelahi, mengganggu, dan sebagainya. Sampai
suatu hari, mereka terlibat dalam suatu pertandingan sepak bola antar-kampung
yang berakhir ricuh. Pihak yang kalah tidak terima sehingga perkelahianpun
terjadi. Pada saat itulah, seorang lawan mengambil sebilah pisau dan akan
menusuk Ale. Pada saat nyawa Ale sedang berada di ujung tanduk, Jarot dengan
sigap memukul kepala si pemegang pisau dengan sebuah batu besar sampai tewas.
Akhirnya Ale mengajak teman-temannya kabur dan meninggalkan Jarot seorang diri.
Jarotpun
ditangkap oleh polisi. Di penjara, ia mengalami banyak kejadian yang tidak manusiawi. Selama dipenjara, tidak satupun sahabatnya
yang menjenguk. Karena itulah, ia semakin terpuruk. Penjara merupakan tempat
yang biadab. Ia dipukuli, bahkan disodomi. Kekerasan seksual yang dialami Jarot
membuat ia berubah 180 derajat. Jarot tidak lagi diam menanggapi kekerasan yang
ia terima dan ia mulai membalas dendam. Ia berhasil mengalahkan 'pemimpin' sel
yang sebelumnya. Dan iapun berubah menjadi 'pemimpin' yang baru.
Selama
Jarot dipenjara, Ale dan gerombolannya bekerja menjadi 'preman' yang menjaga
keamanan di kampung mereka. Namun, tetap. Mereka masih suka membuat onar dan
menggunakan kekerasan. Diam-diam, Ale masih sering memikirkan Jarot. Setiap
mendengar nama Jarot, ia menjadi berubah sikap. Entah apa yang dipikirkannya.
Marah? Kesal? Kasihan? Tidak ada yang tahu. Ale dan kawan-kawannya menjaga
kampung mereka dari Genk Naga Hitam, yaitu kelompok pengedar narkoba kelas
kakap yang mulai mengincar kampung mereka untuk dijadikan ladang transaksi.
Alepun membentuk sebuah kelompok untuk menghancurkan Naga Hitam. Fatir, masih
ingat Fatir kan, tertarik untuk bergabung. Tetapi ditolak mentah-mentah, bahkan
diejek dan ditertawakan, karena ia bisu.
Hari
kebebasan Jarotpun tiba. Ia tidak tahu harus kemana. Saat itulah, Fatir datang.
Fatir membawa Jarot ke sebuah tempat yang ternyata adalah Markas Naga HItam. Di
sanalah ia bergabung dengan kelompok itu.
Tidak
berapa lama kemudian, Jarot sudah menjadi 'orang penting' dalam kelompok Naga
Hitam. Ia bekerja dengan sangat baik, meskipun terlihat sedikit trauma dengan
pembunuhan. Ya. Naga Hitam memang tidak segan-segan membunuh. Fatir, yang
dulunya 'polos' juga sudah menjadi mesin pembunuh yang handal.
Singkat
kata. Jarot dan Ale bertemu. Mereka saling mengincar dan membunuh. Perseteruan
mereka semakin kompleks saat adik Lukman mati overdosis. Untuk membalas dendam,
Sadat dan Jago memperkosa adik Jarot, sehingga Jarot murka dan membunuh mereka
berdua. Akibatnya, adik Jarot menjadi frustrasi dan gila. Aisyah, adik Ale,
yang diam-diam menjalin hubungan dengan Jarot dan sedang mengandung anak Jarot
juga mati dibunuh oleh Fatir karena hubungan mereka berdua telah membuat
temannya mati.
Banyak
akibat fatal yang disebabkan oleh perseteruan Ale dan Jarot. Pada akhirnya,
Jarot lelah dan berniat untuk berdamai dengan Ale. Namun, saat mereka berdua
bertemu, perkelahian tidak dapat dihindari. Mereka saling menyalahkan. Mereka
mempertanyakan tentang persahabatan dan persaudaraan yang beberapa waktu lalu
mereka gembar-emborkan. Perkelahian tersebut berujung pada tertembaknya Ale
dengan pistolnya sendiri. Sesaat sebelum kematiannya, Ale dan Jarot saling
meminta maaf. Di sinilah adegan yang bikin gw nangis. Ale meninggal di pelukan
Jarot.
Cerita
tidak berakhir sampai di sini. Saat Jarot bangkit, ia tiba-tiba tertembak.
Fatir. Ya. Fatir yang menembak Jarot hingga tewas. Ternyata kejadian-kejadian
yang telah dialaminya menjadikan Fatir orang yang bengis. Ia menjadi dingin dan
Jahat. Adeganpun berganti. Flashback tentang kebersamaan Ale, Jarot, dan
kawan-kawannya diputar, membawa kita
kembali mengingat indahnya persahabatan mereka. Ya, lagi-lagi gw menitikkan air
mata.
Beberapa
saat kemudian, adegan berganti. Di sini, ada seseorang yang memegang foto
kelima sahabat ini dengan pistol di sebelahnya. Adik Ale meletakkan foto tersebut
dan menyelipkan pistol di celananya. Inilah saat balas dendam. Adik Ale, dengan
raut muka yang sangat berbeda dari yang biasanya, bersama dengan anak kampung
yang membawa balok kayu, pisau, dan sebagainya bergerombol menuju suatu tempat.
Tidak tahu akan kemana, mungkin balas dendam. Narasi terakhir yang
diperdengarkan yaitu: "Selalu ada dendam yang harus dibalas, dan darah
yang harus dibayar..."
Pendapat :
Saya
terkesan sama film ini, terutama ide untuk mengangkat cerita yang biasanya
dihindari. Mungkin film ini bagi sebagian orang berkesan dangkal dan hanya
mengeksploitasi kekerasan. Tapi bagi saya, sebaliknya, film ini punya pesan
yang sangat berharga. Latar dan penokohannya benar-benar mencerminkan kehidupan
nyata. Dendam. Sesuatu yang sering membuat seseorang lupa diri, bahkan
membunuh. Film ini mengajarkan bahwa sesuatu yang berawal dengan kekerasan
hanya akan menyebabkan luka. Selain itu, film ini juga menyinggung soal
kesetiaan dan persahabatan. Bahwa seseorang membutuhkan sahabat, dan bahwa sahabat
bisa menjadi musuh yang paling kuat dan jahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar