Jumat, 10 April 2015

Keutuhan NKRI

                                                                        Keutuhan NKRI

GEOGRAFIS
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki posisi geografis yang unik sekaligus menjadikannya strategis. Hal ini dapat dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua sekaligus memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional. Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan sepuluh negara di kawasan. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri dan di kawasan.
Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Meski untuk sementara waktu sedang diacuhkan, kondisi geografis suatu negara akan menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global. Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09). Di masa yang akan datang, keberadaan Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah perbatasan dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan.
Karena letaknya yang strategis sejak dulu Indonesia telah menjadi arena  perebutan pengaruh oleh pihak asing. Negara ini telah melalui beberapa periodisasi penguasaan dan perebutan pengaruh, mulai dari Portugal, Belanda, hingga Amerika Serikat dan Uni Soviet ketika Perang Dingin. Di masa mendatang tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kembali menjadi wilayah perebutan pengaruh oleh negara-negara besar. Hal ini bisa dilihat dengan kemunculan China sebagai hegemon baru di kawasan yang telah menggeser perimbangan kekuasaan sekaligus mengikis pengaruh Amerika di kawasan.
Selain itu, Indonesia dan sekitarnya dapat menjadi daerah rawan sengketa mengingat Indonesia masih belum menyelesaikan masalah-masalah semisal batas laut dengan negara-negara seperti, Australia, Filipina, Palau, Papua Nugini dan Timor Leste. Proses perundingan perbatasan membutuhkan waktu yang lama, sementara itu hal ini akan menjadikan Indonesia rentan terhadap pengaruh asing akibat kontrol di perbatasan yang lemah. Mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme sangat mungkin dilakukan di Indonesia yang sangat luas dengan kondisi geografisnya dan pengawasan yang terbatas.
Secara ringkas, hubungan antara posisi geografis yang strategis dan keberadaan negara Indonesia di masa mendatang akan ditentukan oleh dua hal. Pertama, seberapa baik negara ini menyelesaikan proses perundingan perbatasan. Hasil dari perundingan perbatasan dengan negara lain akan menentukan strategi pengelolaan perbatasan dan pertahanan. Kedua, strategi yang akan dilakukan Indonesia dalam mengantisipasi pengaruh China dan negara besar lainnya di kawasan Asia Timur.
Letak dan kondisi geografis negara ini sangat mempengaruhi keberadaanya di masa depan. Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengatasi dan menginisiasi tantangan di masa depan seorang diri. Sehingga menyandarkan pemerintah seorang diri untuk mengahadapi tantangan atas fakta geografis dari negara ini adalah hal yang keliru. Rakyat juga perlu mendukung pemerintah karena masa depan masyarakat Indonesia dipertaruhkan di sini.
Masa depan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari letak dan kondisi geografisnya. Geografi akan menjadi determinan yang menentukan masa depan Indonesia adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi. Namun perlu untuk digaris bawahi bahwa keberadaan Indonesia di masa mendatang terletak pada seberapa jauh masyarakat mengenali dan memahami wilayah yang kita tinggali saat ini.
Keunikan wilayah dan heterogenitas Indonesia antara lain sebagai berikut:
  1. Indonesia merupakan negara maritim, karena sebagian besar wilayahnya adalah laut;
  2. Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudra (posisi silang);
  3. Indonesia terletak pada garis khatulistiwa;
  4. Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim;
  5. Indonesia memiliki etnik dan kebudayaan yang begitu beraneka ragam; dan
  6. Indonesia memiliki jumlah penduduk dalam yang sangat besar.

EKONOMI

Posisi strategis Indonesia sangat menguntungkan dari segi perekonomian. Karena Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan laut menjadi Negara maritime yang kekayaan lautnya sangat melimpah sehingga dapat menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar untuk menjadi seorang nelayan.
Selain Negara maritim, Indonesia juga merupakan Negara agraris yang amat subur sehingga masyarakat pedesaan dapat mengabdikan dirinya sebagai seorang petani. Kekayaan flora dan fauna juga menguntungkan bagi para peternak.
Objek wisata juga merupakan harta kekayaan Indonesia yang paling menguntungkan. Karena keindahan panorama alam, musik dan kebudayaan yang beraneka ragam, kuliner khas yang nikmat,  keanekaragaman flora dan fauna, hingga penyambutan dan pelayanan masyarakat pribumi yang sangat ramah, yang tentunya tidak dimiliki oleh Negara lain, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk memilih Indonesia sebagai tujuan wisata, bahkan tujuan untuk berinvestasi.
Namun, sayangnya krisis ekonomi yang belum teratasi menimbulkan dampak terhadap bidang lain yaitu  instablilitas politik  dan perekonomian nasional,  serta gangguan keamanan yang cenderung meningkat, Angkatan kerja tumbuh dengan pesat sebagai akibat dari peningkatan pertambahan penduduk,  sementara  lapangan kerja terbatas.  Sejumlah perusahaan tidak mampu bertahan dan terpaksa menghentikan usahanya  sehingga menyulitkan kondisi angkatan kerja dan meningkatkan angka pengangguran secara tajam.  Peningkatan pengangguran berkontribusi terhadap peningkatan angka kejahatan.
Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia memang melimpah dan memberikan ketertarikan tersendiri kepada investor asing untuk mengeksplorasinya. Namun, hal itu justru membuat bangsa Indonesia itu sendiri terlihat bodoh karena tidak mampu mengelola bahkan menjadi pesuruh atas apa yang seharusnya menjadi milik kita.
Padahal “Indonesia sebagai pemain salah satu pemain global bisa mengambil keuntungan dari kondisi yang ada, yaitu dengan memosisikan diri dalam tatanan dunia yang baru. Asalkan, kata kuncinya adalah tetap menjaga kestabilan politik dan ekonomi seperti saat ini, sehingga Indonesia bisa memacu pertumbuhan ekonominya untuk menyamai negara-negara seperti China dan Korea Selatan,” tandas George Friedman.
Menurut George Friedmen, negara-negara lain yang memiliki potensi menguasai kawasan di antaranya Jepang. “Negara ini memiliki kekuatan untuk menjadi mesin perekonomian di kawasan Asia. Sebab, selain industri manufakturnya, Jepang tidak seperti China, yang harus dibebani bagaimana caranya menghidupi penduduknya.
IDEOLOGI
Disisi  lain,  tumbuhnya fanatisme ideologi selain Pancasila cukup mengganggu fungsi-fungsi pemerintahan dan kemasyarakatan,  dalam skala tertentu akan berkembang menjadi radikalisme.  Pemerintah pada hakekatnya terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan,  seperti pencanangan Wajib Belajar Sembilan Tahun,  perbaikan kesehatan, maupun peningkatan kualitas hidup pada aspek lainnya.  Namun dengan adanya kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki Indonesia,  peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara umum bergerak lambat.   Dengan  kondisi ini,  masyarakat mudah dimanipulasi dan dipengaruhi tindakan provokasi olehp ihak-pihak tertentu,  bahkan mudah digerakkan untuk melakukan tindakan diluar norma-norma yang berlaku di masyarakat.  Pengaruh globalisasi  yang sulit dibendung semakin memungkinkan untuk melemahkan simpul-simpul persatuan dan kesatuan bangsa maupun ketahanan nasional.  Demikian pula dengan kondisi dalam negeri yang tidak stabil dan permasalahan multi dimensi yang dihadapi akibat krisis nasional yang belum teratasi,  menjadi peluang bagi peningkatan gangguan terhadap keamanan nasional.
ASPEK GEOPOLITIS DAN KEPENTINGAN NASIONAL

Kepulauan Indonesia terletak pada posisi silang, yakni di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia; serta di antara dua samudera, Samudera Hindia dan Samudera Indonesia. Kesadaran itu telah ditanamkan sejak awal ketika duduk di bangku sekolah. Biasanya, setelah itu diterangkan makna dari posisi silang itu. Makna geopolitik posisi silang Indonesia itu dapat dilihat dari beberapa aspek seperti di bawah ini:
Ideologis: Indonesia berada di antara ideologi kapitalisme di Selatan dan komunis di sebelah utara;
Politik: Indonesia berada diantara dua sistem politik yang berbeda, yaitu demokrasi Australia dan demokrasi Asia Selatan;
Ekonomi: Indonesia berada di antara sistem ekonomi liberal Australia dan sistem ekonomi sentral Asia, sehingga Indonesia menjadi inti jalur perdagangan lalu lintas dunia, menjadi jalur transportasi negara-negara lain, dan menjadi sumber devisa di bidang perekonomian.
Karena posisi strategis Indonesia ini mempermudah hubungan dengan negara lain, ikatan dagang Lalu lintas perdagangan damai dan lancar;
Budaya: Sebagai sumber penghasilan di bidang pariwisata yang juga membawa pengaruh budaya dari Negara lain.
Sistem Pertahanan: Indonesia berada di antara sistem pertahanan maritim di selatan, dan sistem pertahanan kontinental di utara;
Terkait posisi silang Keulauan Indonesia, dijelaskan secara singkat bahwa posisi itu memiliki arti penting terkait dengan budaya, iklim dan perekonomian.
Pengaruh Posisi Silang
Adanya posisi silang ini mengakibatkan Indonesia menjadi lalu lintas dari aspek-aspek sosial. Adanya lalu lintas kehidupan sosial ini secara otomatis menimbulkan pengaruh bagi masyarakat Indonesia, yakni berlangsungnya penyerapan yang dilakukan tanpa penyaringan yang akan menumbuhkan dampak sosial yang kurang baik bagi masyarakat Indonesia. Sifat kehidupan cenderung mengalami perubahan dan bercampur baur.
Pengaruh akibat hubungan antarbangsa selalu berlandaskan kepada kepentingan masing-masing bangsa, selama saling menguntungkan maka hubungan akan berjalan lancar, namun jika tidak baik akan menimbulkan suatu ketegangan antar bangsa. Akibat ketegangan yang terjadi maka Indonesia yang berada di posisi silang ini, baik langsung maupun tidak langsung akan menerima akibatnya. Keadaan seperti ini tidak menguntungkan bagi pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kehidupan nasional.
Dengan berpedoman kepada kepentingan nasional masing-masing bangsa, setiap bangsa akan selalu berusaha menanamkan pengaruh melalui politik bahkan ideologi. Bila usaha menanamkan pengaruh ini terjadi pada Indonesia yang berada dalam posisi silang maka akibat yang harus ditanggung adalah adanya kemungkinan terpecah belahnya rasa persatuan bangsa, baik politik maupun ideologi, dalam hal ini dapat menimbulkan hal-hal ynag tidak baik banyak dan murah pasaran yang bagi negara industri sehingga merupakan daya tarik bagi negara-negara yang tidak memiliki alam yang kaya. Hal ini dapat menimbulkan sumber yang tidak menguntungkan bagi kita. Sebuah negara mungkin saja akan melakukan ekspensi ke wilayah Indonesia.
PERTAHANAN DAN KEAMANAN

Konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan posisi diantara benua Asia dan Australia serta diantara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, menempatkan Indonesia menjadi daerah kepentingan bagi negara-negara dari berbagai kawasan.  Posisi strategis ini menyebabkan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan ditingkat regional dan global menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kondisi Indonesia.  Dalam era globalisasi  abad ke 21 ini, perkembangan  lingkungan strategis regional dan global lebih menguat pengaruhnya terhadap kondisi nasional karena diterimanya nilai-nilai universal seperti perdagangan bebas,  demokratisasi,  serta hak asasi dan lingkungan hidup.
Eksistensi kepentingan negara-negara besar di kawasan ini mendorong terjalinnya hubungan  timbal balik yang erat antara permasalahan  dalam negeri dan luar negeri yang memiliki kepentingan bersama. Informasi  kejadian didalam negeri  dengan cepat menyebar  kesegala penjuru dunia, selanjutnya negara-negara lain akan memberikan responnya sesuai kepentingannya masing-masing.  Sebaliknya,  informasi kejadian di negara lain,  khususnya negara-negara besar dan negara -negara dikawasan ini,  dengan cepat mencapai seluruh wilayah,  dan mempengaruhi kondisi nasional
Demikian pula halnya dengan isu keamanan, ancaman yang berasal dari luar dan ancaman yang timbul  didalam negeri  selalu memiliki  keterkaitan dan saling mempengaruhi,  sehingga sulit untuk dapat dipisahkan.  Perbedaan hanya mungkin dilakukan dalam konteks bentuk dan organisasi ancaman,  sementara perbedaan berdasarkan sumber timbulnya ancaman,  sangat sulit ditentukan.   Berangkat dari kenyataan tersebut,  upaya pertahanan  tidak hanya mengacu pada isu keamanan tradisional,  yakni kemungkinan invasi  atau agresi dari negara lain, tetapi juga pada isu keamanan non-tradisional, yaitu setiap aksi yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah,  serta keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mencermati kecendrungan perkembangan lingkuntan strategis, ancaman invasi atau agresi militer negara lain  terhadap Indonesia diperkirakan kecil kemungkinannya .
Upaya diplomasi, peran PBB, dan opini dunia internasional menjadi faktor yang akan mencegah, atau  sekurang-kurangnya  membatasi negara lain untuk menggunakan kekuatan bersenjatanya terhadap Indonesia.  Ancaman yang paling  mungkin dari luar negeri terhadap Indonesia adalah kejahatan yang terorganisasi,  dilakukan oleh aktor-aktor non-negara,  untuk memperoleh keuntungan dengan memanipulasi kondisi dalam negeri dan keterbatasan aparatur pemerintah.
Dinamika dan perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia  dalam kurun waktu tiga tahun sejak tahun 1998,  cukup memperihatinkan.  Dalam kurun waktu tersebut,  terjadi tiga kali pergantian kepemimpinan nasional yang menggambarkan lembaga kepemimpinan nasional yang rapuh dan tatanan politik yang belum mapan.  Lembaga supra dan infra  struktur politik masih mencari tatanan politik yang tepat,  mencari etika dan sistem politik Indonesia yang memenuhi kebutuhan.
Reformasi yang bertujuan untuk menegakkan kehidupan yang demokratis dan pemerintahan yang bersih dan baik, mendapat rintangan yang berat.  Jalan untuk mencapai tujuan reformasi bertambah panjang.  Semangat reformasi lambat laun mulai luntur,  penonjolan yang mengemuka hanya retorika dan euphoria reformasi.  Kebebasan menyampaikan pendapat acapkali keluar dari norma demokrasi,  tidak jarang berkembang dan menyimpang dalam bentuk keberingasan masa yang anarkhis.
Usaha sistematis kelompok penekan terus merongrong pemerintah, meenimbulkan kegamangan dan menyebabkan posisi pemerintahan tidak stabil. managemen keamanan nasional menjadi lemah, lambat laun menjadi tidak efektif dalam menegakkan stabilitas keamanan nasional sehingga berpengaruh terhadap kondisi keamanan nasional.
Dalam konteks strategis, diperkirakan ancaman dan gangguan terhadap kepentingan pertahanan Indonesia di masa datang, meliputi :
  • Terorisme internasional yang memiliki jaringan lintas negara dan timbul di dalam negeri.
  • Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
  • Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras dan agama serta ideologi di luar Pancasila, baik berdiri sendiri maupun memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.
  • Konflik komunal, kendatipun bersumber pada masalah sosial ekonomi, namun dapat berkembang menjadi konflik antar suku, agama maupun ras/keturunan dalam skala yang luas.
  • Kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan barang,  senjata, amunisi dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencucian uang dan bentuk-bentuk kejahatan  terorganisasi lainnya.
  • Kegiatan  imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun batu loncatan ke negara lain.
  • Gangguan keamanan laut seperti pembajakan dan perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem.
  • Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara, dan terorisme melalui sarana transportasi udara.
  • Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan hutan ilegal, pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya.

Rabu, 14 Januari 2015

Ilmu Sosial Dasar

Pengertian ISD:
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah sosial yang terjadi disekitar kehidupan sosial dalam masyarakat dengan menggunakan pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai macam bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu sosial (Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).

Tujuan ISD:
Tujuan Ilmu Sosial Dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. Dan mengembangkan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.

Perbedaan ISD dan IPS:
§  Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
§  Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
§  Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

Persamaan ISD dan IPS:
§  Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
§  Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
§  Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.


Tugas ISD

Judul: Memulung demi sesuap nasi


Pada tanggal Senin 17-11-2014 pukul 20.00 wib
saya mewawancarai seorang pemulung, di daerah TB. Simatupang, dalam hal ini saya ada ketertarikan mengapa saya mewawancarainya. Ketertarikan itu saya jadikan dalam sebuah pertanyaan wawancara yaitu:
1)     Pertanyaan: Kenapa bapak memilih untuk menjalani profesi ini?
     Jawab: Karena saya tidak punya modal dan keahlian untuk membuat suatu usaha atau menjalani pekerjaan lain.
2)     Pertanyaan: Apakah bapak bekerja sendiri atau berkelompok?
     Jawab: Saya bekerja sendiri mas, paling tidak saya bersama anak dan istri saya menjadi pemulung.
3)     Pertanyaan: Bagaimana pemerintah yang sekarang menurut bapak?
     Jawab: Saya kurang begitu mengerti mas dengan kondisi pemerintah yang sekarang toh juga nasib saya tidak akan berubah.
4)     Pertanyaan: Mungkin ada harapan bapak untuk pemerintahan yang baru ini?
     Jawab: Ya saya sih berharapnya agar presiden yang sekarang dapat lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil seperti saya ini mas.

Ulasan: Di dalam wawancara saya menemukan bahwa masih ada orang yang mau melakukan profesi tsb demi kepentingan perut dan keluarganya sehingga ia rela melakukan apapun tanpa memikirkan bagaimana caranya walaupun dengan cara tersebut.

Pendapat: Sungguh sangat menyedihkan karena demi membela kehidupan keluarganya rela melakukan apasaja untuk hanya sekedar mengisi perutnya dan keluarganya, belum lagi resiko yang harus ia hadapi seperti penyakit yang membayanginya dalam mengais sampah di bak sampah, dari wawancara tersebut saya merasa harus bersyukur karena telah diberi nikmat yang lebih daripada orang tersebut.


CONTOH KONFLIK YANG TERJADI DI MASYARAKAT
     
Contoh konflik yang dapat sering kita lihat adalah konflik tentang perbedaan pendapat antara ibu dan anak, konflik tersebut biasanya terjadi karena terjadi perbedaan keinginan antara ibu dan anak, ataupun salah paham antara ibu dan anak, namun kasus ini sangat jarang ditemui karena biasanya ikatan antara ibu dan anak sangat erat.

Akibat dari adanya konflik tersebur diatas adalah terjadinya renggang hubungan ibu dan anak, mungkin saja bisa terjadi sampai sang anak menjadi dewasa dan tua, yang lebih parah lagi mungkin bisa saja sang anak kabur dari murah.

Cara agar dapat mengatasi konflik yang terjadi diatas adalah dengan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dengan anaknya, menanamkan norma kesopanan didalam diri anak agar ia dapat menghargai orang tua dan dapat patuh terhadap orang tua . 
Tugas ISD Puisi

Ya ...Allah....
aku bersyukur masih bisa di beri kesempatan
untuk menghirup udara segar ini
udara segar yang tidak dibeli oleh uang
aku adalah sebagian kecil penduduk kota yang kurang beruntung
bagai orang yang terpinggirkan

aku bersyukur dengan pemberian Allah atas takdirnya
Allah masih memberi ku nikmat kehidupan
atas udara dan angin yang berhembus sejuk dan segar
dengan berserah diri kepada sang pencipta
yang mengetahui apa yang kita butuhkan
Allah pemberi rejeki kepada hamba yang berusaha selalu

aku yang telah di beri Allah pikiran dan akal sehat
sudah wajib mensyukuri nikmat hidup ini
walau dengan sederhana
tetap berharap kepada Allah agar diberi rejeki dan kehidupan yang lebih baik
aku yakin kepada Allah akan memberi pertolongan dan rejeki

bila berharap hanya kepada Allah sang pencipta

Senin, 12 Januari 2015

Faktor Psikologis :Penyakit Saraf dan Aliran Sesat

Faktor Psikologis :Penyakit Saraf dan Aliran Sesat



Pembahasan kita kali ini mengenai Ilmu Sosial Dasar (ISD) tentang salah satu penyebab masalah sosial adalah Faktor Psikologis. Faktor psikologis ini ada beberapa contoh misalnya penyakit syaraf dan aliran sesat. Dan kedua contoh ini akan saya coba uraikan dalam tulisan kali ini.
  1. Penyakit Syaraf

Contoh : keterbelakangan mental dan stress


Secara garis besar pasti kita sudah mengetahui apa itu penyakit syaraf, dan sebagian besar orangpun langsung tertuju kepada masalah kejiwaan a.k.a stress. Kenapa ini menjadi salah satu contoh dari faktor psikologis? Sebenarnya simple saja sih, karena penyakit syaraf ini mengganggu stabilitas pola hidup yang ada ketika sedang individual maupun ketika sedang bersosialisasi. Yang paling nyata adalah orang yang mempunyai keterbelakangan mental, mereka akan terasa asing bagi kita yang mempunyai kejiwaan normal dan cenderung menganggap mereka itu aneh dan walaupun pasti kita akan merasa iba melihatnya. Beban mereka tidaklah sesulit apa yang menjadi beban pikiran orang normal lainnya, karena mereka cenderung selalu membawa kehidupannya rjadbahagia.



Susah memang untuk memahami orang yang mempunyai gangguan jiwa seperti ini, karena bagi yang merawatnya harus membuat dirinya lebih peka lagi, karena kalo yang merawat gak peka itu kemungkinan akan sering menimbulkan keributan lantaran ketidak sesuaian apa yang di inginkan yang mempunyai jiwa keterbelakangan tersebut.


Penyakit Syaraf ini bisa terjadi karena adanya faktor biologis atau dari lahir, bisa juga karena depresi karena suatu pengalaman kehidupan yang sangat menyakitkan (kaya lagu cita citata sakitnya tuh disini).
 Hal yang datangnya dari lahir itu yang saya tahu tidak bisa disembuhkan bahkan jika bisapun akan sangat sulit tetapi lainnya jika memang sudah “kun faya kun” itu sudah beda cerita lagi. Penyakit syaraf yang datangnya dari pengalaman hidup itu bisa di sembuhkan, jika memang bisa menerima sugesti dan mampu lebih mengontrol dirinya karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita selalu berusaha dan berdoa serta bagi yang membantu penyembuhan selalu mensupport agar mampu keluar dari zona buruk tersebut dan ketika sembuh nanti, cobalah sering-sering curhat keteman mengenai masalah yang anda hadapi entah pacar, kerjaan bahkan utang sekalipun. Karena lebih baik curhat daripada GILA atau STRESS.
 




 2. Aliran Sesat

Contoh : aliran eden
 
Ini salah satu faktor psikologis yang paling aneh dan buat saya terheran akan adanya aliran sesat, karena aliran eden jelas mengajarkan jauh melenceng dari agama Islam. Yang lucu dari aliran ini adalah dengan pernyataannya yang mengaku bahwa dirinya di kunjungi oleh malaikat jibril serta dirinya menjalankan serangkaian ujian untuk penyucian dirinya yang setelahnya seperti dia bilang jika Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan malaikat Jibril. Ini Jibril yang dimaksud tetangga rumah gw kali ya. Wkkwkwk oke serius lagi. Dari pernyataannya yang itu saja sudah membuat rasa mustahil, apalagi kalo dia terusin semua ceritanya, berasa ingin saya tempeleng itu tongkat yang dibawa (mirip tongkat tong sam cong yang di sungokong) :v ..... Aliran seperti ini sangat menyesatkan masyarakat, dan untuk masyarakat yang imannya kurang dan bisa juga pola pikir atau daya hasut si Lia Edan ini sangat luar biasa maka jumlah pengikutnya ketika itu bisa lumayan banyak. Entah tekhnik Brain Wash seperti apa yang dilakukannya dan sugesti apa yang dia masukkan kedalam alam bawah sadar mereka yang terjerumus ke aliran sesat tersebut.
Tetapi sekarang kita bersyukur karena aliran ini sudah tidak ada (yang saya tahu), karena si Lia Gelo kalau tidak salah dia masuk penjara, entah masih dipenjara atau sudah bebas dan bertobat. Hal yang harus kita perhatikan adalah selalu waspada terhadap siapapun yang mulai melancarkan kata-kata yang menghasut dan tidak masuk akal. Kita sudah masuk di era modern dan digital beerroooohh, masa sih di hasut digit langsung mangguk “think smart” lah ya untuk lain dikemudian hari, agar tidak makin marak aliran-aliran aneh, dari pada aliran aneh mending aliran air pegunungan yang ada gunanya. Bisa diminum kalau haus, lah kalo aliran sesat? Berasa di bodoh-bodohi deh kalo denger ocehan Humas atau moderatornya :v
Yang harus ditingkatkan agar terhindar dari ini semua adalah dengan meningkatkan ketakwaan kita terhadap Allah, untuk beragama lain kepada Tuhan kalian karena sehebat apapun hasutan setan  dari kawan, saudara bahkan dari pasangan anda jika anda mempunyai iman yang kuat, niscaya hal tersebut tidak akan merasuki anda.

MASALAH SOSIAL YANG ADA BERADA DI SEKITAR KITA

MASALAH SOSIAL YANG ADA BERADA DI SEKITAR KITA 

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
     
            Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :


1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.


1. Faktor Ekonomi, faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan. Kemiskinan, pengangguran dll itu salah satu contoh faktor ekonomi yang akan mempengaruhi pola dan gaya hidup masyarakat, contoh ketika ada keluarga yang miskin niscaya mereka akan terus bekerja demi makan dalam untuk 1 hari ketika tiba hari esok itu tandanya saat itupula mereka mencari rejeki demi menyambung hidup dan begitu seterusnya hingga mukjizat datang yang membuat mereka menjadi kaya (eeeaaa, korban sinetron haha). 
         Dan ketika berada di sebuah keluarga yang serba berkecukupan, maka pola hidupnya pun terasa sangat indah karena apapun yang mereka inginkan akan secara mudah mereka mengeluarkan duit banyak hanya demi sebuah merk, yaa walaupun memang tidak semua seperti itu karena saya mempunyai seorang kerabat walaupun hidup serba berkecukupan mereka tetap low profile serta tidak menghamburkan duit hanya untuk berfoya-foya tetapi juga selalu ingat akan pentingnya amal sedekah-jariah. Faktor ekonomi juga mempengaruhi pendidikan seseorang, meskipun sekarang sudah ada tunjangan yang membuat biaya sekolah murah tetapi ketika kita diharuskan untuk memiliki buku, nah itulah yang mengakibatkan bibit-bibit muda yang akan menjadikan bangsa Indonesia ini hebat langsung mundur untuk tidak melanjutkan, karena tidak kesanggupan orangtua untuk membeli buku. Anda saja sekolah murah itu benar-benar murah.
2.Faktor Budaya, Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak dahulu. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang mendasar yang terdiri dari kumpulan nilai preferensi dan perilaku. 
          Tapi sadarkah kalian, betapa tergerusnya budaya asli kita akan kehadirannya budaya Barat yang sangat meleburkan moral kita sebagai Negara yang sopan santun dan ramah tamah? , mungkin sebenarnya sudah sadar tetapi hanya saja tidaklah ada tindakan real dari kita semua untuk memperbaikinya. Ayam kampus, cabe-cabean bahkan jilboobs salah satu contoh perusak moral dinegara kita loh meskipun untuk kalangan bos besar, hal ini justru menyenangkan. Kita menyikapi fenomena ini dengan berbagai pendapat, ada yang merasa miris, ilfeel melihatnya justru ada juga yang senang karena dapat bahan baru #eh. Jika ada teman-teman kita yang seperti itu ya seenggaknya kita beri tahu bagusnya cara berkapakaian agar terlihat elegan, jangan pake jilbab tapi ngepres banget trus ada yang pake tanktop doang kemana-mana, itu malah buat para lelaki ngilu. Untuk menyikapi masalah budaya yang terakhir, ini pesan penting untuk para lelaki yang memang lelaki ya, STOP BERTINGKAH KAYA TERONG-TERONGAN harkat martabat kalian yang akan menjadi kepala keluarga itu mau ditaro dimana? Tolong pikirkan kembali akhlak budaya kita sebagai warga Indonesia yang Terhormat bro.
3.Faktor Biologis, Penyakit menular bisa menimbulkan masalah sosial bila penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau menjadi pandemik.
       Manusia adalah mahluk biologis yang tidak berbeda dengan hewan. Misalnya, ia lapar kalau tidak makan selama 20 jam, kucing pun demikian. Manusia memerlukan lawan jenis untuk kegiatan reproduktifnya, sapi pun juga begitu. Faktor biologis terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, dan bersatu dengan faktor sosiopsikologis.
      Bahwa warisan biologis menusia menentukan perilakunya, dapat dilacak sampai struktur DNA yang menyimpan seluruh memori warisan biologis yang diterima dari kedua orang tuanya. Sedemikian besarnya pengaruh warisan biologis ini sampai muncul aliran baru, yang memandang segala kegiatan manusia, termasuk agama, kebudayaan, dan moral bersumber dari struktur biologinya. Aliran ini dinamakan sosiobiologi. Menurut  Wilson, perilaku sosial manusia dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia.
     Program ini disebut ”epigenetic rules”, yang mengatur perilaku manusia seperti kecenderungan menghindari ”incest”, kemampuan memahami ekspresi wajah, sampai kepada persaingan politik. Meskipun pemikiran bahwa sosiobiologis sebagai determinisme biologis dalam kehidupan sosial, kenyataannya menunjukkan bahwa struktur biologis manusia seperti genetika, sistem syaraf, dan sistem hormonal, sangat mempengaruhi perilaku manusia. Struktur genetis misalnya akan berpengaruh terhadap kecerdasan, kemampuan sensasi, dan emosi,. Sistem syaraf mengatur pekerjaan otak dan pengolahan informasi dalam jiwa manusia. System hormonal bukan saja mempengaruhi mekanisme biologis, tetapi juga mempengaruhi proses psikologis.
4.Faktor Psikologis, Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini.
       Masalah sosial menemui pengertiaannya sebagai sebuah kondisi yang tidak diharapkan dan dianggap dapat merugikan kehidupan sosial serta bertentangan dengan standar sosial yang telah disepakati. Keberadaan masalah sosial ditengah kehidupan masyarakat dapat diketahui secara cermat melalui beberapa proses dan tahapan analitis, yang salah satunya berupa tahapan diagnosis. Dalam mendiagnosis masalah sosial diperlukan sebuah pendekatan sebagai perangkat untuk membaca aspek masalah secara konseptual. Eitzen membedakan adanya dua pendekatan yaitu person blame approach dan system blame approach.
      Person blame approach merupakan suatu pendekatan untuk memahami masalah sosial pada level individu. Diagnosis masalah menempatkan individu sebagai unit analisanya. Sumber masalah sosial dilihat dari faktor-faktor yang melekat pada individu yang menyandang masalah. Melalui diagnosis tersebut lantas bisa ditemukan faktor penyebabnya yang mungkin berasal dari kondisi fisik, psikis maupun proses sosialisasinya.
      Sedang pendekatan kedua system blame approach merupakan unit analisis untuk memahami sumber masalah pada level sistem. Pendekatan ini mempunyai asumsi bahwa sistem dan struktur sosial lebih dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Individu sebagai warga masyarakat tunduk dan dikontrol oleh sistem. Selaras dengan itu, masalah sosial terjadi oleh karena sistem yang berlaku didalamnya kurang mampu dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk penyesuaian antar komponen dan unsur dalam sistem itu sendiri.
       Dari kedua pendekatan tersebut dapat diketahui, bahwa sumber masalah dapat ditelusuri dari ”kesalahan" individu dan "kesalahan" sistem. Mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut akan sangat berguna dalam rangka melacak akar masalah untuk kemudian dicarikan pemecahannya. Untuk mendiagnosis masalah pengangguran misalnya, secara lebih komprehensif tidak cukup dilihat dari faktor yang melekat pada diri penganggur saja seperti kurang inovatif atau malas mencari peluang, akan tetapi juga perlu dilihat sumbernya masalahnya dari level sistem baik sistem pendidikan, sistem produksi dan sistem perokonomian atau bahkan sistem sosial politik pada tingkat yang lebih luas.
        Anak jalanan: Dilema? Sebenarnya isltilah anak jalanan pertama kali diperkenalkan di Amerika Selatan atau Brazilia yang digunakan bagi kelompok anak-anak yang hidup dijalanan umumnya sudah tidak memiliki ikatan tali dengan keluarganya.Anak-anak pada kategori ini pada umumnya sudah terlibat pada aktivitas-aktivitas yang berbau criminal. Kelompok ini juga disebut dalam istilah kriminologi sebagai anak-anak dilinguent. Istilah ini menjadi rancu ketika dicoba digunakan di negara berkembang lainnya yang pada umumnya mereka masih memiliki ikatan dengan keluarga. UNICEF kemudian menggunakan istilah hidup dijalanan bagi mereka yang sudah tidak memiliki ikatan keluarga, bekerja dijalanan bagi mereka yang masih memiliki ikatan dengan keluarga. Di Amerika Serikat juga dikenal istilah Runauay children yang digunakan bagi anak-anak yang lari dari orang tuanya.
        Walaupun pengertian anak jalanan memiliki konotasi yang negatif di beberapa negara, namun pada dasarnya dapat juga diartikan sebagai anak-anak yang bekerja dijalanan yang bukan hanya sekedar bekerja di sela-sela waktu luang untuk mendapatkan penghasilan, melainkan anak yang karena pekerjaannya maka mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar baik secara jasmnai, rohani dan intelektualnya. Hal ini disebabkan antara lain karena jam kerja panjang, beban pekerjaan, lingkungan kerja dan lain sebagainya.
         Anak jalanan ini pada umumnya bekerja pada sector informal. Phenomena munculnya anak jalanan ini bukanlah karena adanya transformasi system social ekonomi dan masyarakat pertanian ke masyarakat pra-industri atau karena proses industrialisasi. Phenomena ini muncul dalam bentuk yang sangat eksploratif bersama dengan adanya transformasi social ekonomi masyarakat industrialsasi menuju masyarakat yang kapitalistik.
         Kaum marjinal ini selanjutnya mengalami distorsi nilai, diantaranta nilai tentang anak. Anak, dengan demikian bukan hanya dipandang sebagai beban, tetapi sekaligus dipandang sebagai factor ekonomi yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah ekonomi keluarga. Dengan demikian, nilai anak dalam pandangan orang tua atau keluarga tidak lagi dilihat dalam kacamata pendidikan, tetapi dalam kepentingan ekonomi. Sementara itu, nilai pendidikan dan kasih saying semakin menurun. Anak dimotivasi untuk bekerja dan menghasilkan uang.
Dalam konteks permasalahan anak jalanan, masalah kemiskinan dianggap sebagai penyebab utama timbalnya anak jalanan ini. Hal ini dapat ditemukan dari latar belakang geografis, social ekonomi anak yang memang datang dari daerah-daerah dan keluarga miskin di pedesaan maupun kantong kumuh perkotaan. Namun, mengapa mereka tetap bertahan, dan terus saja berdatangan sejalan dengan pesatnya laju pembangunan?
         Ada banyak teori yang bisa menejlaskan kontradiksi-kontradiksi antara pembangunan dan keadilan-pemerataan, desa dan kota, kutub besar dan kutub kecil, sehingga lebih jauh bila terpetakan lebih jelas persoalan hak asasi anak. Meskipun demikian, kemiskinan bukanlah satu-satunya factor penyebab timbulnya masalah anak jalanan. Dengan demikian, adanya sementara anggapan bahwa masalah anak jalanan akan hilang dengan sendirinya bila permasalahan kemiskinan ini telah dapat diatasi, merupakan pandangan keliru. Karena anak jalanan itu ada karena suatu sugesti yang sudah di anggap sebagai kalangan bawah khususnya anak-anak yang berlatar belakang tidak bagus bahwa anak jalanan dapat membantu dia hidup lebih layak karena selain bisa mendapatkan duit juga bisa mendapatkan banyak teman yang mungkin akan mampu saling membantu ketika saling membutuhkan.
            Sebenarnya ada juga yang tidak kalah menarik perhatian kita semua, yaitu penyakit syaraf yang biasa juga di pandang sebagai stres. Stres ini sangat berbahaya, karena penyakit ini akan datang dimana dia sedang dalam ekspektasi tinggi dengan suatu hal yang akan dia capai dan mampu diraihnya serta sudah ada angan-angan akan indahnya skenario dalam mimpinya itu secara mengejutkan berbalik 180 derajat. Dan saat itulah kejiwaan psikologis mulai terganggu karena akannya tinggi harapan yang tidak disertai kesadaran diri akan kemampuan yang dimiliki.
            Kalangan seperti ini bisa ditemui selepas adanya pemilihan legislatif dan pemilihan umum, dimana caleg yang berhasil akan meneruskan mimpinya dan yang gagal akan menemui kesuraman disetiap harinya dan saya jamin “mimpi buruk” selalu menemaninya jika “gagal move on” dan kembali berusaha secara positif agar usahanya menjadi berkah. Karena banyak orang yang menghalalkan segala cara demi suatu yang diharapkan dan diimpikan.
Sumber : 
http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat
 http://dirtyfarms.blogspot.com/2012/12/masalah-sosial-yang-terjadi-di.html