Nama : Andi Mulya Ghulam.M
Npm : 11114053
Kelas : 1KA25
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk ada 3 yaitu :
1. Kelahiran
kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada
beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan mendukung
kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain :
a. Kawin
pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu
b. Anak
dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
c. Anggapan
bahwa banyak anak banyak rejeki.
d. Anak
menjadi kebanggaan bagi orang tua.
e. Anggapan
bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak
laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor-faktor pro natalitas mengakibatkan
pertambahan jumlah penduduk menjadi besar, Faktor-faktor penghambat kelahiran
(anti natalitas), antara lain :
a. Adanya
program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak
b. Adanya
ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi
laki-laki minimal berusia 19 tahun.
c. Anggapan
anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
d. Adanya
pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan
hanya anak ke-2
e. Penundaan
kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu
wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka
yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam
waktu satu tahun.
Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka
kelahiran yaitu :
a. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu :
Angka kelahiran ini disebut kasar karena
perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal
yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk
10.000.000 jiwa. Dalam tahun tersebut terdapat kelahiran 250.000 bayi.
Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk
Jakarta setiap tahun terdapat kelahiran 25 bayi.
Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu :> Kurang dari 20 digolongkan rendah
> Antara 20 – 30 digolongkan sedang
> Lebih dai 30 digolongkan tinggi
b. Angka kelahiran menurut kelompok umur
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui
kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Perlu diketahui bahwa
usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita
mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas
dalam suatu Negara antara lain :
a. Kepercayaan dan agama
a. Kepercayaan dan agama
faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam
penerimaan KB. Ada agama untuk kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan
penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih
banyak dibanding bila peserta KB banyak.
b. Tingkat PendidikanSemakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
c. Kondisi Perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak
memikirkan perencaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya.
Jika suatu Negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
d. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada
pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi
pemerintah yang tidak stabil. Misalnya kondisi perang akan mengurangi angka
kelahiran.
e. Adat istiadat di Masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat
mempengaruhi jumlah penduduk, Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak
sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding
perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau
sebaliknya.
f. Kematian dan Kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah
kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup
dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
g. Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia
subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia
non-produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
2. KematianKematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu :
a. Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
> Rendah, jika angka kematian 9 – 13
> Sedang, jika angka kematian 14 – 18
> Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18
b. Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Spesific Death Rate = ASDR)
Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka in tinggi, sedangkan pada kelompok muda jauh lebih rendah.
c. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate =
IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan
petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Pada
umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat
kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka
kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut :> Rendah, jika IMR antara 15-35
> Sedang, jika IMR antara 36-75
> Tinggi, jika IMR antara 76-125
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar, yang termasuk faktor ini adalah :
a. Sarana kesehatan yang kurang memadai
b. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
c. Terjadinya berbagai bencana alam
d. Terjadinya peperangan
e. Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
f. Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah, yang termasuk faktor ini adalah :
a. Lingkungan hidup sehat.
b. Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
c. Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
d. Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
e. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
3. Migrasi
Perpindahan (migrasi) atau mobilitas penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
a. Faktor individu.
b. Faktor yang terdapat di daerah asal.
c. Faktor yang terdapat di daerah tujuan.
d. Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan.
Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan penduduk :
a. Kekuatan Sentripental
adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
> Terikat tanah warisan
> Menunggu orang tua yang sudah lanjut
> Kegotong royongan yang baik
> Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka.
b. Kekuatan Sentrifugal
adalah kekuatan yang mendorong untuk meninggalkan daerah asal, misalnya:
a. Terbatasnya pasaran kerja
b. Terbatasnya fasilitas pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar