Selasa, 09 Desember 2014



                                                            Serigala Terakhir
Film ini bercerita tentang lima orang anak manusia yang tumbuh secara bersama-sama dan menjalin persahabatan yang sangat erat. Bahkan, mereka menganggap bahwa mereka adalah saudara. Tidak seperti film lainnya yang menampilkan pemeran utama dalam 'wilayah protagonis', film ini justru menampilkan sekelompok pemuda yang senang berbuat onar. Mereka sering berkelahi, mengganggu, berbuat keributan, dan lain-lain. Kelima pemuda ini bernama Ale, Jarot, Lukman, Sadat, dan Jago. Bisa dibilang, dari kelimanya Ale dan Jarot adalah dua pemeran utamanya.

Ale digambarkan sebagai 'pemimpin' kelompok tersebut. Sedangkan Jarot digambarkan sebagai orang yang lebih pendiam dan suka menolong. Sebut saja ketika kelima gerombolan ini sedang iseng mengganggu Fatir (seorang pemuda bisu yang juga tinggal di kampung itu). Jarot, tanpa sepengetahuan teman-temannya, pergi mendatangi Fatir dan memberikan uang. Jarot juga selalu membela apabila Fatir sedang diolok-olok oleh penduduk desa. Dari situlah, Fatir menaruh 'hormat' kepada Jarot. Fatir, yang pada awalnya hanya seperti pemeran pembantu, nantinya akan berperan besar dalam film ini.

Hari-hari mereka lalui dengan kekerasan, berkelahi, mengganggu, dan sebagainya. Sampai suatu hari, mereka terlibat dalam suatu pertandingan sepak bola antar-kampung yang berakhir ricuh. Pihak yang kalah tidak terima sehingga perkelahianpun terjadi. Pada saat itulah, seorang lawan mengambil sebilah pisau dan akan menusuk Ale. Pada saat nyawa Ale sedang berada di ujung tanduk, Jarot dengan sigap memukul kepala si pemegang pisau dengan sebuah batu besar sampai tewas. Akhirnya Ale mengajak teman-temannya kabur dan meninggalkan Jarot seorang diri.

Jarotpun ditangkap oleh polisi. Di penjara, ia mengalami banyak kejadian yang tidak manusiawi.  Selama dipenjara, tidak satupun sahabatnya yang menjenguk. Karena itulah, ia semakin terpuruk. Penjara merupakan tempat yang biadab. Ia dipukuli, bahkan disodomi. Kekerasan seksual yang dialami Jarot membuat ia berubah 180 derajat. Jarot tidak lagi diam menanggapi kekerasan yang ia terima dan ia mulai membalas dendam. Ia berhasil mengalahkan 'pemimpin' sel yang sebelumnya. Dan iapun berubah menjadi 'pemimpin' yang baru.

Selama Jarot dipenjara, Ale dan gerombolannya bekerja menjadi 'preman' yang menjaga keamanan di kampung mereka. Namun, tetap. Mereka masih suka membuat onar dan menggunakan kekerasan. Diam-diam, Ale masih sering memikirkan Jarot. Setiap mendengar nama Jarot, ia menjadi berubah sikap. Entah apa yang dipikirkannya. Marah? Kesal? Kasihan? Tidak ada yang tahu. Ale dan kawan-kawannya menjaga kampung mereka dari Genk Naga Hitam, yaitu kelompok pengedar narkoba kelas kakap yang mulai mengincar kampung mereka untuk dijadikan ladang transaksi. Alepun membentuk sebuah kelompok untuk menghancurkan Naga Hitam. Fatir, masih ingat Fatir kan, tertarik untuk bergabung. Tetapi ditolak mentah-mentah, bahkan diejek dan ditertawakan, karena ia bisu.
Hari kebebasan Jarotpun tiba. Ia tidak tahu harus kemana. Saat itulah, Fatir datang. Fatir membawa Jarot ke sebuah tempat yang ternyata adalah Markas Naga HItam. Di sanalah ia bergabung dengan kelompok itu.

Tidak berapa lama kemudian, Jarot sudah menjadi 'orang penting' dalam kelompok Naga Hitam. Ia bekerja dengan sangat baik, meskipun terlihat sedikit trauma dengan pembunuhan. Ya. Naga Hitam memang tidak segan-segan membunuh. Fatir, yang dulunya 'polos' juga sudah menjadi mesin pembunuh yang handal.

Singkat kata. Jarot dan Ale bertemu. Mereka saling mengincar dan membunuh. Perseteruan mereka semakin kompleks saat adik Lukman mati overdosis. Untuk membalas dendam, Sadat dan Jago memperkosa adik Jarot, sehingga Jarot murka dan membunuh mereka berdua. Akibatnya, adik Jarot menjadi frustrasi dan gila. Aisyah, adik Ale, yang diam-diam menjalin hubungan dengan Jarot dan sedang mengandung anak Jarot juga mati dibunuh oleh Fatir karena hubungan mereka berdua telah membuat temannya mati.

Banyak akibat fatal yang disebabkan oleh perseteruan Ale dan Jarot. Pada akhirnya, Jarot lelah dan berniat untuk berdamai dengan Ale. Namun, saat mereka berdua bertemu, perkelahian tidak dapat dihindari. Mereka saling menyalahkan. Mereka mempertanyakan tentang persahabatan dan persaudaraan yang beberapa waktu lalu mereka gembar-emborkan. Perkelahian tersebut berujung pada tertembaknya Ale dengan pistolnya sendiri. Sesaat sebelum kematiannya, Ale dan Jarot saling meminta maaf. Di sinilah adegan yang bikin gw nangis. Ale meninggal di pelukan Jarot.
Cerita tidak berakhir sampai di sini. Saat Jarot bangkit, ia tiba-tiba tertembak. Fatir. Ya. Fatir yang menembak Jarot hingga tewas. Ternyata kejadian-kejadian yang telah dialaminya menjadikan Fatir orang yang bengis. Ia menjadi dingin dan Jahat. Adeganpun berganti. Flashback tentang kebersamaan Ale, Jarot, dan kawan-kawannya  diputar, membawa kita kembali mengingat indahnya persahabatan mereka. Ya, lagi-lagi gw menitikkan air mata.

Beberapa saat kemudian, adegan berganti. Di sini, ada seseorang yang memegang foto kelima sahabat ini dengan pistol di sebelahnya. Adik Ale meletakkan foto tersebut dan menyelipkan pistol di celananya. Inilah saat balas dendam. Adik Ale, dengan raut muka yang sangat berbeda dari yang biasanya, bersama dengan anak kampung yang membawa balok kayu, pisau, dan sebagainya bergerombol menuju suatu tempat. Tidak tahu akan kemana, mungkin balas dendam. Narasi terakhir yang diperdengarkan yaitu: "Selalu ada dendam yang harus dibalas, dan darah yang harus dibayar..."
Pendapat :
Saya terkesan sama film ini, terutama ide untuk mengangkat cerita yang biasanya dihindari. Mungkin film ini bagi sebagian orang berkesan dangkal dan hanya mengeksploitasi kekerasan. Tapi bagi saya, sebaliknya, film ini punya pesan yang sangat berharga. Latar dan penokohannya benar-benar mencerminkan kehidupan nyata. Dendam. Sesuatu yang sering membuat seseorang lupa diri, bahkan membunuh. Film ini mengajarkan bahwa sesuatu yang berawal dengan kekerasan hanya akan menyebabkan luka. Selain itu, film ini juga menyinggung soal kesetiaan dan persahabatan. Bahwa seseorang membutuhkan sahabat, dan bahwa sahabat bisa menjadi musuh yang paling kuat dan jahat.


                                                            Soekarno
Mungkin sampai sekarang beliau adalah sosok yang paling banyak dikagumi orang di Indonesia. Presiden pertama Republik Indonesia yang lebih akrab di panggil Bung Karno ini berasal dari Blitar, dia merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta. Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika hidup, Presiden Pertama Indonesia ini diketahui memiliki tiga orang istri dimana masing-masing istrinya memberinya keturunan. Istrinya yang pertama yang bernama fatmawati memberinya lima orang anak yakni Megawati, Sukmawati, Rachmawati, Guntur dan Guruh, kemudian dari istrinya yang lain yang bernama Hartini memberinya dua orang anak yaitu Taufan dan juga Bayu. 

Istri yang lain dari Presiden Soekarno merupakan wanita keturunan Jepang yang bernama Naoko Nemoto dimana ia kemudian berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi, dari pernikahannya dengan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, Presiden Soekarno dikarunia seorang anak yang bernama Kartika. Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Sejak SD hingga ia kemudian lulus sekolah ia tinggal atau indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto di Surabaya, dimana Haji Oemar Said Tokroaminoto ini merupakan pendiri dari Serikat Islan (SI). Setelah lulus, Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya di Hoogere Burger School atau HBS. Disana ia mendapat banyak ilmu atau pengetahuan dan jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar. 

Pada tahun 1920 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS), sekolah inilah yang kemudian berubah nama menjadi ITB sampai sekarang ini. Soekarno belajar disana selama enam tahun dimana ia kemudian mendapatkan gelar Insinyur (Ir) pada tanggal 25 Mei. Setelah lulus, Soekarno kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927 dan kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda. 

Dari keberaniannya ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya dan kemudian memasukkannya ke penjara Suka Miskin. Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya. Inggit yang juga dibantu oleh kakak ipranya bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat. 




 Polri Akan Ambil Sikap Terhadap FPI, Demo Ricuh di DPRD Jadi Pertimbangan

Description: http://images.detik.com/content/2014/10/06/10/185025_180643_fpi44.jpg
Jakarta - Polisi Republik Indonesia (Polri) akan mengambil sikap terhadap Ormas Front Pembela Islam (FPI). Demo FPI yang ricuh di Gedung DPRD DKI Jakarta belum lama ini akan jadi pertimbangan.

"Kita lihat, proses (penyelidikan kasus ricuh FPI di DPRD-red) ini sedang berlangsung. Nanti menjadi bahan ketika akan mengkoordinasikan dengan Kemendagri, dan Kemenpolhukam," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Sompie kepada wartawan di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2014).

Kata Ronny, hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya terkait kericuhan dalam demo FPI di DPRD akan jadi bahan pertimbangan Polri dalam mengambil sikap terhadap FPI. Kabagintelkam sebagai sosok yang punya kompetensi, akan memberi masukan kepada Kapolri Jenderal Pol Sutarman.


"Kabagintelkam yang punya kompetensi memberikan saran kepada pimpinan Polri sehingga pimpinan Polri mengambil sikap. Kita tunggu hasil penyelidikan kasus, karena ini kan yang sangat mengemuka dan menjadi wawasan yang sangat penting, seperti apa sebaiknya," imbuh Ronny.

Ronny menyebut, Kemendagri pernah mengatakan bahwa FPI tidak terdaftar. Karena itu pihaknya akan mengambil sikap jika ormas pimpinan Habib Rizieq itu akan melakukan kegiatan.

"Perlu dipertanyakan ketika FPI akan mengajukan pemberitahuan tentang kegiatan mereka, perlu ada sikap dari Polri. Sikapnya seperti apa, ini akan dibicarakan. Ya nggak bisa dong Kadiv Humas langsung menyimpulkan. Sikap Polri itu kan sikap pimpinan Polri. Ya tentu Kabagintelkam yang punya kompetensi, pasti akan mendiskusikan dengan fungsi-fungsi terkait yang lain sebelum diajukan ke Kapolri," jelas Ronny.

Dikatakan Ronny, membubarkan FPI adalah kewenangan Mendagri. Polri hanya mengkoordinasikan dan akan memberi rekomendasi. Saat didesak, ia belum mau mengatakan rekomendasi apa yang akan Polri sampaikan ke Mendagri terkait FPI.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah menetapkan 22 anggota FPI sebagai tersangka terkait demo ricuh di DPRD DKI Jakarta. Kepolisian juga akan mendalami aktor intelektual dan penyandang dana di balik demo menolak Ahok itu.


Pendapat:
Menurut saya FPI terlalu arogan karena hak semua warga Indonesia itu sama tidak membedakan budaya,agama,suku, atau pun bahasa siapa pun berhak menjadi pemimpin di negara Indonesia ini karna dalam Undang-undang pun tidak ada pasal yang mengatur atau membedakan agama siapa pun yang memimpin seharusnya masyarakat bisa menerima dan berkerja sama agar tercapai kemakmuran bersama.


Nama  : Andi Mulya Ghulam.M
Npm    : 11114053
Kelas     : 1KA25

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk ada 3 yaitu :
1. Kelahiran
kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain :
a.       Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu
b.      Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
c.       Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
d.      Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
e.       Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor-faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar, Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain :
a.       Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak
b.      Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
c.       Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
d.      Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya anak ke-2
e.       Penundaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu :
a. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu :
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk 10.000.000 jiwa. Dalam tahun tersebut terdapat kelahiran 250.000 bayi.
Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Jakarta setiap tahun terdapat kelahiran 25 bayi.
Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu :
> Kurang dari 20 digolongkan rendah
> Antara 20 – 30 digolongkan sedang
> Lebih dai 30 digolongkan tinggi
b. Angka kelahiran menurut kelompok umur
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu Negara antara lain :
a. Kepercayaan dan agama
faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama untuk kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak.
b. Tingkat Pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
c. Kondisi Perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu Negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
d. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil. Misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.
e. Adat istiadat di Masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk, Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.

f. Kematian dan Kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
g. Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non-produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
2. Kematian
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu :
a. Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
> Rendah, jika angka kematian 9 – 13
> Sedang, jika angka kematian 14 – 18
> Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18
b. Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Spesific Death Rate = ASDR)
Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka in tinggi, sedangkan pada kelompok muda jauh lebih rendah.
c. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut :
> Rendah, jika IMR antara 15-35
> Sedang, jika IMR antara 36-75
> Tinggi, jika IMR antara 76-125
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar, yang termasuk faktor ini adalah :
a. Sarana kesehatan yang kurang memadai
b. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
c. Terjadinya berbagai bencana alam
d. Terjadinya peperangan
e. Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
f. Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah, yang termasuk faktor ini adalah :
a. Lingkungan hidup sehat.
b. Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
c. Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
d. Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
e. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
3. Migrasi
Perpindahan (migrasi) atau mobilitas penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
a. Faktor individu.
b. Faktor yang terdapat di daerah asal.
c. Faktor yang terdapat di daerah tujuan.
d. Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan.
Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan penduduk :
a. Kekuatan Sentripental
adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
> Terikat tanah warisan
> Menunggu orang tua yang sudah lanjut
> Kegotong royongan yang baik
> Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka.
b. Kekuatan Sentrifugal
adalah kekuatan yang mendorong untuk meninggalkan daerah asal, misalnya:
a. Terbatasnya pasaran kerja
b. Terbatasnya fasilitas pendidikan